Catatan Popular...^_`

Translate To Understand...^_^

Selasa, 30 November 2010

MENYESAL LAR SEBELUM MENYESAL


Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik sabda Rasulullah s.a.w, “Apabila seseorang diletakkan di kuburnya, dan para pengantarnya telah kembali, sehingga ia mendengar suara langkah mereka, pada saat itu dua orang malaikat datang dan mendudukkannya."

Keduanya lalu bertanya:
“Bagaimana pendapatmu tentang laki-laki ini?”
Maksudnya: Muhammad s.a.w. Jika ia seorang mukmin, ia akan menjawab dengan tegas, “Aku bersaksi bahawa ia adalah hamba Allah dan rasul-Nya.”

Kedua malaikat ini lalu berkata, “Lihatlah tempatmu di neraka. Allah telah menggantikannya dengan tempat di syurga.”

Adapun jika ia seorang munafik atau kafir, maka ketika malaikat itu bertanya:
“Apa pendapatmu tentang laki-laki ini?” ia menjawab, “Aku tak tahu. Aku hanya mengikuti apa yang diucapkan manusia tentangnya.” Keduanya lalu membentak dengan kasar, “Engkau tak tahu dan tak membaca !” Ia lalu dipukul dengan godaman dari besi di (bahagian kepala) antara kedua telinganya. Dia memekik dan suaranya didengar semua makhluk selain jin dan manusia.”

Hadis ini berisi beberapa pengajaran penting yang mesti kita perhatikan untuk menyelamatkan diri kita dari azab kubur. Salah satunya kewajiban mempelajari agama, terutama yang berkaitan dengan akidah, sehingga mencapai keyakinan dan persaksian sepenuh hati (syahadah) atas kerasulan Muhammad Saw. Mengabaikan hal ini hanya akan mengundang hardikan Munkar dan Nakir, “Engkau tak tahu dan tak membaca!”

Beberapa ulama hadis, antaranya Imam Badruddin Al-‘Aini dalam Umdatul Qari fi Syarh Sahih Al-Bukhari, mentafsirkan ucapan itu dengan “engkau tidak pernah meyakininya dengan istidlal (pemikiran sendiri), tidak pula (meyakininya dengan) mengikuti penjelasan ulama melalui buku-buku mereka.” Sehingga secara bebas, kita boleh menterjemahkan ucapan ini, “Engkau tidak tahu dan tidak pernah ingin tahu.”

Singkatnya, ucapan ini sebuah celaan atas orang-orang yang tidak pernah mengindahkan akidah dan syariah sebagaimana perilaku sebahagian orang moden di masa kini. Bagi mereka, kulit wajah jauh lebih penting daripada agama. Jika satu jerawat saja tumbuh di hidung mereka, atau kerepot terlihat di bawah mata mereka, terasa dunia ini telah kiamat. Apa pun mereka akan dilakukan untuk menghilangkan jerawat dan kerepot itu. Namun ketika akidahnya tercabar, keimanannya dipersoalkan, ia masih dapat makan dan minum dengan nikmat seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa. La haula wala quwata illa billah.

Menyesallah Sebelum Menyesal

Jawapan sempurna untuk soalan Munkar dan Nakir hanya dapat dilakukan dari sekarang. Iaitu dengan cara menyedari kekurangan yang terdapat di dalam sikap keberagamaan kita, lalu berusaha menyempurnakannya dengan sekuat tenaga. Mulailah menyesali kekurangan diri selagi penyesalan ini masih bermanfaat. Sebab apabila kita telah berpindah ke alam kubur, penyesalan sebesar apa pun sudah tidak bermanfaat lagi.

Imam Al-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda, “Setiap yang meninggal dunia pasti menyesal. Jika dia orang baik, dia menyesal kerana tidak menambahkan kebaikannya. Jika dia orang jahat, dia menyesal karena tidak berhenti daripada kejahatannya.”

Fikir-fikirkanlah...

"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."
Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manafa'at kepada manusia lain.


***Sumber Dari :

Isnin, 29 November 2010

:: BILAKAH KAMU AKAN BERTAUBAT?


Bahan ini adalah inspirasi daripada kitab Syarah al-Hikam Oleh guru kami Dr Zulkifli bin Muhammad al-Bakri dan sahabat kami Us Gunawan HafizahumalLah penulis kitab Masjid.Kedua-dua kitab ini diterbitkan oleh Telaga Biru sdn Bhd.

Maksudnya :
Wahai orang-orang yang beriman! bertaubatlah kamu kepada Allah dengan " taubat Nasuha", Mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapuskan kesalahan-kesalahan kamu dan memasukkan kamu ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, pada hari Allah tidak akan menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengannya; cahaya (iman dan amal soleh) mereka, bergerak cepat di hadapan mereka dan di sebelah kanan mereka (semasa mereka berjalan); mereka berkata (ketika orang-orang munafik meraba-raba dalam gelap-gelita): "Wahai Tuhan kami! sempurnakanlah bagi Kami cahaya kami, dan limpahkanlah keampunan kepada kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu". Surah at-Tahrim ayat 8.

Hayatilah ayat ini, ia adalah perintah daripada al-Haqq. Dia memerintahkan diri kita semua agar kembali kepadanya dengan meninggalkan segala kemaksiatan yang kecil mahupun yang besar. Secara hakikatnya ialah, seolah-olah Dia al-Haqq mengilhamkan dalam sanubari hatimu dengan berkata,
“Wahai hambaku, tinggalkanlah pakaian burukmu itu (perbuatan dosa dan maksiat), dan kembalikah mengikat hubunganmu denganKu dengan melaksanakan ketaatan. Tinggalkanlah jalan yang jauh itu dan kemarilah dekat kepadaKu”.

Para ULAMA tazkiyyatunnufus telah menyatakan bahawa, taubat itu perlulah mestilah di dasari dengan ilmu pengetahuan dan keazaman serta usaha agar maksiat ditinggalkan serta mestilah istiqamah untuk menuju kepada ketaatan melibatkan perilaku atau perbuatan.Perkara ini semuanya berkaitan dengan amalan ataupun routine hariannya. Amalan ini adalah menunjukkan kepada keimanan seseorang hamba.

Mengapakah taubat itu perlu di dasari kepada keimanan?. Ketahuilah bahawa ilmu pengetahuan merupakan dasar yang mengikat iman kepada Allah swt, sedangkan perilaku atau perbuatan merupakan sesuatu yang muncul daripada ilmu pengetahuan. Manakala amalan lahir daripada renungan, penghayatan dalam hati dan anggota badan serta kebiasaan. Oleh itu wahai para sahabat yang mencari jalan menuju kepadaNya, hendaklah dirimu mengenal ilmu pengetahuan tentang hal ini. Hendaklah dirimu mengatahui bahawa, perkara maksiat, derhaka dan lalai dalam laranganNya adalah punca terbesar wujudnya dosa-dosa. Dosa-dosa pula berkaitan dengan perbuatan-perbuatan jahat yang berasal dari pujuk rayu syaitan, dan hawa nafsu yg tidak ditarbiyyah.Yakinlah bahaw kita memiliki Allah yg bersifat dengan sifat alAfuww yang sentiasa memberi kemaafan terhadap hambaNya yang bertaubat kepadaNya. Ini juga disebutkan sebagai Rabbun Ghofurun...


"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."
Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manafa'at kepada manusia lain.

***Sumber Dari : Blog "Hidup Itu Indah Dengan Islam"

:: BUKTI KEKUASAAN ALLAH S.W.T....^_^







Bukti Kebenaran Al Qur’an [Sungai Dalam Laut] Maret 15, 2010

Subhanallah
وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمُا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَّحْجُورًا
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)

Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.

Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez . Ayat itu berbunyi:-
مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ {19} بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لاَّيَبْغِيَانِ {20}

Artinya:
“Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus”. Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.
Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut.


Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi:-
يَخْرُجُ مِنْهُمَآ اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانِ {22}

Artinya:
“Keluar dari keduanya mutiara dan marjan”. Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara."

Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam. Akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.

Allahu Akbar…!

Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim.Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda[1]:
“Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”

Jika Anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita, Mexico. Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.

Setengah pengkaji mengatakan, itu bukanlah sungai biasa, itu adalah lapisan hidrogen sulfida, nampak seperti sungai… luar biasa bukan? Lihatlah betapa hebatnya ciptaan Allah ta’ala.


"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."
Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manafa'at kepada manusia lain.


***Sumber Dari : Blog "Hidup Itu Indah Dengan Islam"

:: 10 SOALAN SEBELUM MEMINANG...^_^


Membuat keputusan untuk berkahwin bukanlah suatu perkara yang mudah. Perkahwinan bererti memasuki suatu alam yang berlainan sama sekali dengan alam yang pernah dilalui sebelumnya, bak kata Tan Sri S M Salim dalam salah satu lagunya, ‘dulu lain sekarang lain, dulu bujang sekarang dah kahwin’.

Setiap pasangan yang berkahwin pastinya mengharapkan perkahwinan itu kekal bahagia buat selama-lamanya. Ramai yang berjaya. Namun tidak kurang pula yang kecewa.

Al-Ustaz Jasim Muhammad al-Mutawwa’, bekas kadi ahwal syakhsiyyah di Kuwait yang kini aktif mengadakan program-program berbentuk bimbingan kekeluargaan, berdasarkan pengalaman dan pengamatannya ketika mengendalikan kes-kes berkaitan dengan masalah rumahtangga menyimpulkan antara sebab berlakunya keretakan dan kegagalan dalam perkahwinan adalah kurang taaruf atau tidak mengenali antara satu sama lain dengan mendalam sebelum berkahwin.

Taaruf yang mendalam atau mengenali bakal teman hidup sebelum melangsungkan perkahwinan sangat penting demi menjamin kesejahteraan dan keseimbangan dalam menjalani kehidupan berumahtangga. Ini tidak bermakna pasangan mesti melalui alam percintaan sebelum berkahwin, kerap bertemu dan berhubung melalui panggilan telefon, sms, chating dan sebagainya.

Percintaan sebelum berkahwin seperti yang dilakukan oleh segolongan masyarakat dan ditonjolkan dalam segala macam media sebagai suatu kemestian, suatu dunia yang penuh dengan keindahan dan keseronokan adalah sebenarnya penipuan belaka. Alam percintaan tidak mendedahkan hakikat diri yang sebenarnya. Masing-masing berusaha menunjukkan yang terbaik sahaja di hadapan pasangannya. Setelah berkahwin barulah terbongkar segala rahsia, segala perangai dan sikap buruk yang selama ini disembunyikan.

Untuk mengenali calon pasangan hidup anda dengan mendalam, al-Ustaz Jasim Muhammad al-Mutawwa’ mencadangkan agar anda mengajukan 10 soalan. Soalan-soalan ini boleh diajukan secara langsung semasa sesi taaruf, atau melalui orang tengah. Jika calon memilih untuk bertemu, melihat dan berkenalan pastikan pertemuan itu tidak dilakukan secara berdua-duaan di tempat suci dan terpencil. Jangan cemari niat yang suci dengan melanggari perintah Allah dan Rasul. Jangan relakan syaitan menjadi orang ketiga di antara anda dengan si dia.

10 soalan itu adalah:

1. Apakah wawasan hidupnya?
Setiap orang mempunyai wawasan dan cita-cita yang ingin dicapai dalam hidupnya. Inilah yang perlu anda ketahui mengenai bakal pasangan hidup anda. Sekiranya anda dan dia mempunyai wawasan dan matlamat hidup yang sama maka perselisihan dalam rumahtangga akan berkurangan.

2. Bagaimanakah kefahamannya mengenai konsep perkahwinan?
Kefahaman serta tasawur yang jelas mengenai perkahwinan amat penting. Sekiranya kedua-dua pihak mempunyai kefahaman yang berbeza, umpamanya satu pihak menganggap perkahwinan hanya sekadar memenuhi tuntutan nafsu semata-mata, sedang satu pihak lagi memandang sebagai satu ibadah, sudah semestinya rumahtangga yang bakal dibina tidak akan aman daripada perselisihan dan pergaduhan.

3. Apakah sifat-sifat yang digemari dan tidak digemarinya?
Adalah penting bagi setiap pasangan mengetahui kegemaran pasangannya, apa yang disukai dan tidak disukainya kerana kadang-kadang perselisihan berlaku disebabkan kelainan kegemaran dan citarasa. Sekiranya kegemaran setiap pihak diketahui terlebih awal mungkin perselisihan dapat dielakkan.

4. Apakah pandangannya mengenai anak pada tahun pertama perkahwinan?
Setiap orang mempunyai pandangan yang berbeza mengenai masa yang sesuai untuk menimang cahaya mata. Sekiranya satu pihak belum bersedia sedang pihak yang satu lagi sudah tidak sabar untuk bergelar ibu atau ayah, pastilah kedua-dua pihak akan berasa tertekan dan perhubungan akan jadi tegang.

5. Adakah dia mempunyai masalah kesihatan atau kecacatan?
Masalah kesihatan yang kronik atau kecacatan semula jadi pada anggota badan tidak wajar disembunyikan. Mengetahui adanya penyakit atau kecacatan tertentu akan mempengaruhi keputusan yang bakal diambil. Menyembunyikan penyakit yang kronik atau kecacatan yang mengaibkan boleh dianggap sebagai satu penipuan.

6. Adakah dia seorang yang suka bergaul?
Sesetengah orang suka bergaul dengan pelbagai lapisan masyarakat, mempunyai kawan dan kenalan di merata-rata tempat. Sesetengah yang lain pula suka menyendiri, tidak pandai berkawan dan sukar didampingi. Orang macam mana yang anda cari?

7. Bagaimana hubungannya dengan ahli keluarganya?
Perkahwian bukan sekadar aqad yang mempertemukan antara dua jiwa. Sebaliknya perkahwinan merupakan hubungan kemasyarakatan yang mencantumkan antara dua keluarga atau lebih. Oleh itu bakal tunangan harus tahu status keluarga serta hubungan mereka antara satu sama lain. Hubungan kekeluargaan juga sedikit sebanyak menggambarkan keperibadian seseorang.

8. Apakah kegemarannya dan bagaimana dia mengisi waktu lapangnya?
Kegemaran serta cara seseorang memenuhi masa lapangnya juga memberi gambaran tentang wawasan serta cita-citanya dalam hidup ini.

9. Adakah dia aktif dalam mana-mana pertubuhan bukan kerajaan (NGO) atau pertubuhan kebajikan?
Keaktifan dalam persatuan kebajikan atau pertubuhan sukarela menggambarkan dia bukan seorang yang sombong dan mementingkan diri. Orang yang hidupnya sekadar untuk memenuhi cita-cita dan wawasan peribadi semata-mata sebenarnya hidup dalam dunia yang sempit dan mati sebagai insan yang kerdil. Tetapi orang yang hidup dalam perjuangan akan hidup sebagai insan yang hebat dan apabila dia mati namanya akan dikenang zaman-berzaman.

10. Apakah pandangannya sekiranya ibu bapa masuk campur dalam urusan peribadi atau urusan rumahtangga mereka?
Setengah orang menganggap rumahtangga adalah masalah peribadi yang terlalu khusus. Tiada seorang pun yang boleh masuk campur walaupun ibu bapa sendiri. Hal ini sangat penting diketahui oleh setiap orang yang akan memasuki gerbang perkahwinan. Apakah pandangan bakal pasangan hidupnya. Adakah dia termasuk dalam golongan di atas atau sebaliknya seorang yang terlalu bergantung kepada kedua-dua ibu bapanya walaupun telah berkeluarga?

Apabila anda telah mendapat jawapan yang bersesuaian dengan apa yang dicari, maka teruskanlah hasrat anda untuk melamarnya.

Begitu juga halnya dengan pihak yang dilamar.

Pastikan anda mengenali jejaka yang melamar itu dengan mengajukannya 10 soalan di atas.

Ustazah Maznah Daud
Ketua Wanita
Pertubuhan IKRAM Malaysia

"Ukhuwah Teras Kegemilangan"


"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."
Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manafa'at kepada manusia lain.

***Sumber Dari : Blog "Hidup Itu Indah Dengan Islam"

:: MENGAPA KITA LAMBAT BERTEMU JODOH?


Mengapa kita lambat bertemu jodoh? Menurut satu artikel yang saya baca, ada 6 faktor mengapa kita masih tidak bertemu jodoh.
Berikut ini saya kongsikan artikel tersebut.
Semoga ada manfaat.

Usaha sudah dibuat tapi mengapa masih ada yang tidak bertemu jodoh?
MenurutDato’ Dr Hj Mohd Fadzilah Kamsah, lambat bertemu jodoh ini mungkin disebabkan:

1. Usaha Belum Sempurna
“Usaha sudah dibuat tapi usaha yang sesuai dengan matlamat yang hendak dicapai itu tidak dilakukan. Usahanya masih belum betul, masih belum sempurna. Kurang ‘munasib’.

Saya bertanya kepada seorang ulama,
‘Kenapa ustaz, orang ini sudah mandi bunga sampai 99 kali tapi masih tidak bertemu jodoh? Di mana silapnya?’

Dia jawab begini,

‘Mungkin dalam perancangan Allah, usahanya ialah mandi air bunga 101 kali, tapi dia berhenti pada tahap 99 kali.’ Mesejnya ialah, mungkin kita patah semangat di tengah jalan. Jawapannya ialah, cuba dan cuba lagi.

2. Belum Benar-benar Bersedia
“Pasangan sudah ada tetapi orang yang hendak mencari jodoh itu belum benar-benar bersedia. Orang yang bersedia adalah orang yang benar-benar merasakan dirinya macam nak jadi suami, macam jadi jadi isteri.

Satu contoh mudah, orang yang tak ada anak, selepas mengambil anak angkat, dengan izin Allah, mudah mengandung. Sebab bila dia ambil anak angkat, si suami telah menjadi bapa dan si isteri telah menjadi ibu. Jadi telah bersedia untuk dikurniakan anak.

Begitu juga orang yang hendak berkahwin. Adakah telah benar-benar bersedia untuk menjadi suami atau isteri? Adakah telah bersedia di segi hati, jiwa, fizikal, mental, intelek. Contohnya di segi fizikal, sentiasa menjaga ketrampilan tak kira bila dan di mana.

3. Tiada Daya Penarik
“Diri kita macam magnet yang boleh menarik bakal pasangan kita atau sesiapa pun untuk sayang pada kita. Daya tarikan ini berpusat di hati.

Caranya ialah dengan mengisi hati kita dengan sifat-sifat yang sempurna dan positif. Kalau kita benci pada orang, takut-takut orang yang patut sayang pada kita masih tertahan untuk meminang. Jadi cuba maafkan semua orang. Mudah-mudahan dengan sebab memaafkan semua orang, orang yang bakal jadi tunang akan datang meminang.

“Kita perlu perbanyakkan istighfar, solat taubat, solat hajat, istikharah, witir dan sebagainya untuk cuci hati kita. Maka hati kita akan jadi magnet untuk menarik orang yang sesuai dengan kita untuk mudah datang, sama ada bakal pasangan atau sesiapa saja.

4. Doa Tidak Makbul
“Kita berdoa untuk mendapatkan jodoh. Allah telah berfirman: “Mintalah kepada-Ku nescaya Aku perkenankan…” Persoalannya, kenapa masih tidak bertemu jodoh? Salah satu punca doa tidak makbul ialah hati masih kotor, rezeki masih belum berkat, zakat masih belum sempurna dan sebagainya. Hati yang masih kotor bermakna masih benci atau sakit hati pada orang.

5. Restu Ibu Bapa Belum Total
“Jodoh tak sampai juga mungkin disebabkan restu emak bapak tidak total. Emak bapak masih rasa tak berapa sedap untuk lepaskan anak. Tanya pada emak, ‘Mak benar-benar redha tak saya berumahtangga?’ Ada emak yang anak sulungnya tak mahu dilepaskan, anak bongsu apatah lagi. Itu yang kadang-kadang susah hendak dapat jodoh. Emak mahu anaknya kahwin tapi dalam hati masih tidak benar-benar redha untuk lepaskan. Ini satu masalah yang besar.

Banyak kes yang saya jumpa, bila emaknya benar-benar redha, terus dapat jodoh yang baik.

6. Faktor Metafizikal
“Kadang-kadang tak bertemu jodoh juga disebabkan ada faktor-faktor metafizikal yang susah hendak dijelaskan.

Contohnya terkena sihir atau gangguan ilmu hitam yang kadang-kadang susah hendak dijelaskan secara saintifik. Tapi ini wujud dan berlaku. Sebab sihir sudah ada sejak zaman jahiliah dulu sampai sekarang.

Jika ini berlaku, carilah jalan untuk benteng diri kita atau pulihkan diri kita dengan cara-cara yang munasabah untuk mengatasi masalah belum bertemu jodoh.”

*source :- Feryco*


"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."
Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manafa'at kepada manusia lain.

***Sumber Dari : Blog "SEPATAH KATA, SEBUTIR MUTIARA"

:: BERDOALAH KEPADA IBU BAPA...^_^


“Setiap pagi sedekahkan al-fatihah kepada kedua ibu bapamu (tak kira masih hidup atau telah tiada ) nescaya pintu rezekimu akan terbuka buat kamu” pesanan daripada Dato’ Dr Hj Mohd Fadzilah Kamsah.

Berdasarkan Hadith Nabi:

“Tidak akan terputus rezeki seseorang selagi dia tidak meninggalkan doa kepada kedua orang tua nya dalam sehari”

Huraian hadith:
. Jangan sesekali meninggalkan doa kepada kedua ibubapa (baik yang hidup mahupun yang sudah tiada).
. Allah akan memurahkan rezeki kepada mereka yang tidak putus berdoa kepada kedua ibu bapa (walaupun ada ibu bapa yang leka, doakan agar mereka berubah) Ingatlah bahawa keredhaan ibu bapa adalah keredhaan Allah.


Semasa berdoa, berdoalah dengan bersungguh-sungguh, tadah tangan dan bayangkan wajah kedua orang tua kita , termasuk guru-guru kita dan mereka yang banyak menolong kita. Mereka yang lupa berdoa kepada kedua orang tua, akan disempitkan rezeki oleh Allah.

Kesimpulannya:
Bagi yang berniaga, tak perlu ada ilmu pelaris. Cuma jangan lupa doakan ibu bapa kita setiap hari. Rezeki bukan sahaja berupa wang ringgit, tetapi segala nikmat yang kita dapat dari Allah (e.g. makan, kesihatan, kasih sayang, ilmu dsb nya).


"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."
Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manafa'at kepada manusia lain.


***Sumber Dari : Blog "SEPATAH KATA, SEBUTIR MUTIARA"

:: Khutbah Nabi Mengenai Dajjal...^_^


Dari Abi Umamah Al-Bahiliy, beliau berkata:
"Rasululah s.a.w telah berkhutbah di hadapan kami. Dalam khutbahnya itu Baginda banyak menyentuh masalah Dajjal....

Baginda telah bersabda:
"Sesungguhnya tidak ada fitnah (kerosakan) di muka bumi yang paling hebat selain daripada fitnah yang dibawa oleh Dajjal. Setiap Nabi yang diutus oleh Allah SWT ada mengingatkan kaumnya tentang Dajjal. Aku adalah nabi yang terakhir sedangkan kamu adalah umat yang terakhir... .
Dajjal itu tidak mustahil datang pada generasi(angkatan) kamu. Seandainya dia datang sedangkan aku masih ada di tengah-tengah kamu, maka aku adalah sebagai pembela bagi setiap mukmin.. Kalau dia datang sesudah kematianku, maka setiap orang menjaga dirinya.Dan sebenarnya Allah SWT akan menjaga orang-orang mukmin."

Dajjal itu akan datang nanti dari satu tempat antara Syam dan Irak. Dan mempengaruhi manusia dengan begitu cepat sekali. Wahai hamba Allah, wahai manusia, tetaplah kamu. Di sini akan saya terangkan kepada kamu ciri-ciri Dajjal, yang belum diterangkan oleh nabi-nabi sebelumku kepada umatnya.

"Pada mulanya nanti Dajjal itu mengaku dirinya sebagai nabi. Ingatlah, tidak ada lagi nabi sesudah aku. Setelah itu nanti dia mengaku sebagai Tuhan...

Ingatlah bahawa Tuhan yang benar tidak mungkin kamu lihat sebelum kamu mati. Dajjal itu cacat matanya sedangkan Allah SWT tidak cacat, bahkan tidak sama dengan baharu. Dan juga di antara dua mata Dajjal itu tertulis KAFIR, yang dapat dibaca oleh setiap mukmin yang pandai membaca atau buta huruf.

"Di antara fitnah Dajjal itu juga dia membawa syurga dan neraka. Nerakanya itu sebenarnya syurganya sedangkan syurganya itu neraka, yakni panas... .

Sesiapa di antara kamu yang disiksanya dengan nerakanya, hendaklah dia meminta pertolongan kepada Allah dan hendaklah dia membaca pangkal surah Al-Kahfi, maka nerakanya itu akan sejuk sebagaimana api yang membakar Nabi Ibrahim itu menjadi sejuk."

Di antara tipu dayanya itu juga dia berkata kepada orang Arab:
"Seandainya aku sanggup menghidupkan ayah atau ibumu yang sudah lama meninggal dunia itu, apakah engkau mengaku aku sebagai Tuhanmu?"

Orang Arab itu akan berkata:

"Tentu."

Maka syaitan pun datang menyamar seperti ayah atau ibunya. Rupanya sama, sifat-sifatnya sama dan suaranya pun sama Ibu-bapanya berkata kepadanya:

"Wahai anakku, ikutilah dia, sesungguhnya dialah Tuhanmu."

Di antara tipu dayanya juga dia tipu seseorang, yakni dia bunuh dan dia belah dua. Setelah itu dia katakan kepada orang ramai:
"Lihatlah apa yang akan kulakukan terhadap hambaku ini, sekarang akan kuhidupkan dia semula. Dengan izin Allah orang mati tadi hidup semula.

Kemudian Laknatullah Alaih itu bertanya:
"Siapa Tuhanmu?"
Orang yang dia bunuh itu, yang kebetulan orang beriman, menjawab:
"Tuhanku adalah Allah, sedangkan engkau adalah musuh Allah."
Orang itu bererti lulus dalam ujian Allah dan dia termasuk orang yang paling tinggi darjatnya di syurga.

Kata Rasulullah s.a.w lagi:
"Di antara tipu dayanya juga dia suruh langit supaya menurunkan hujan tiba-tiba hujan pun turun. Dia suruh bumi supaya mengeluarkan tumbuh-tumbuhannya tiba-tiba tumbuh. Dan termasuk ujian yang paling berat bagi manusia, Dajjal itu datang ke perkampungan orang-orang baik dan mereka tidak mengakunya sebagai Tuhan, maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman dan ternakan mereka tidak menjadi.

Dajjal itu datang ke tempat orang-orang yang percaya kepadanya dan penduduk kampung itu mengakunya sebagai Tuhan. Disebabkan yang demikian hujan turun di tempat mereka dan tanam-tanaman mereka pun menjadi.
"Tidak ada kampung atau daerah di dunia ini yang tidak didatangi Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. Kedua-dua kota itu tidak dapat ditembusi oleh Dajjal kerana dikawal oleh Malaikat. Dia hanya berani menginjak pinggiran Makkah dan Madinah. Namun demikian ketika Dajjal datang ke pergunungan di luar kota Madinah, kota Madinah bergoncang seperti gempa bumi. Ketika itu orang-orang munafik kepanasan seperti cacing dan tidak tahan lagi tinggal di Madinah. Mereka keluar dan pergi bergabung dengan orang-orang yang sudah menjadi pengikut Dajjal. Inilah yang dikatakan hari pembersihan kota Madinah.

Dalam hadis yang lain,
"Di antara fitnah atau tipu daya yang dibawanya itu, Dajjal itu lalu di satu tempat kemudian mereka mendustakannya (tidak beriman kepadanya), maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman mereka tidak menjadi dan hujan pun tidak turun di daerah mereka. Kemudian dia lalu di satu tempat mengajak mereka supaya beriman kepadanya. Mereka pun beriman kepadanya. Maka disebabkan yang demikian itu Dajjal menyuruh langit supaya menurunkan hujannya dan menyuruh bumi supaya menumbuhkan tumbuh-tumbuhannya. Maka mereka mudah mendapatkan air dan tanam-tanaman mereka subur."

Dari Anas bin Malik, katanya Rasulullah s.a.w bersabda:
"Menjelang turunnya Dajjal ada tahun-tahun tipu daya, iaitu tahun orang-orang pendusta dipercayai orang dan orang jujur tidak dipercayai, Orang yang tidak amanah dipercayai dan orang amanah tidak dipercayai."

Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w ada bersabda:
"Bumi yang paling baik adalah Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal nanti ia dikawal oleh malaikat. Dajjal tidak sanggup memasuki Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal (di luar Madinah), kota Madinah bergegar 3 X. Orang-orang munafik yang ada di Madinah (lelaki atau perempuan) bagaikan cacing kepanasan kemudian mereka keluar meninggalkan Madinah. Kaum wanita adalah yang paling banyak lari ketika itu. Itulah yang dikatakan hari pembersihan. Madinah membersihkan kotorannya seperti tukang besi membersihkan karat-karat besi."

Diriwayatkan oleh Ahmad, hadis yang diterima dari Aisyah r.a. mengatakan:
"Pernah satu hari Rasulullah s.a.w masuk ke rumahku ketika aku sedang menangis. Melihat saya menangis beliau bertanya:
"Mengapa menangis?"
Saya menjawab:
"Ya Rasulullah, engkau telah menceritakan Dajjal, maka saya takut mendengarnya. " Rasulullah s.a.w berkata: "Seandainya Dajjal datang pada waktu aku masih hidup, maka aku akan menjaga kamu dari gangguannya. Kalau dia datang setelah kematianku, maka Tuhan kamu tidak buta dan cacat."

Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w bersabda:
"Dajjal muncul pada waktu orang tidak berpegang kepada agama dan jahil tentang agama. Pada zaman Dajjal ada 40 hari, yang mana satu hari terasa bagaikan setahun, ada satu hari yang terasa bagaikan sebulan, ada satu hari yang terasa satu minggu, kemudian hari-hari berikutnya seperti hari biasa."
Ada yang bertanya:
"Ya Rasulullah, tentang hari yang terasa satu tahun itu, apakah boleh kami solat lima waktu juga?"
Rasulullah s.a.w menjawab:
"Ukurlah berapa jarak solat yang lima waktu itu."
Menurut riwayat Dajjal itu nanti akan berkata:
"Akulah Tuhan sekalian alam, dan matahari ini berjalan dengan izinku. Apakah kamu bermaksud menahannya?"
Katanya sambil ditahannya matahari itu, sehingga satu hari lamanya menjadi satu minggu atau satu bulan. Setelah dia tunjukkan kehebatannya menahan matahari itu, dia berkata kepada manusia:
"Sekarang apakah kamu ingin supaya matahari itu berjalan?"
Mereka semua menjawab:
"Ya, kami ingin."
Maka dia tunjukkan lagi kehebatannya dengan menjadikan satu hari begitu cepat berjalan.

Menurut riwayat Muslim, Rasulullah s.a.w bersabda:
"Akan keluarlah Dajjal kepada umatku dan dia akan hidup di tengah-tengah mereka selama empat puluh. Saya sendiri pun tidak pasti apakah empat puluh hari, empat puluh bulan atau empat puluh tahun. Kemudian Allah SWT mengutus Isa bin Maryam yang rupanya seolah-olah Urwah bin Mas'ud dan kemudian membunuh Dajjal itu."

Dan menurut ceritanya setelah munculnya Dajjal hampir semua penduduk dunia menjadi kafir, yakni beriman kepada Dajjal. Menurut ceritanya orang yang tetap dalam iman hanya tinggal 12,000 lelaki dan 7,000 kaum wanita.

Sabda Rasulullah : "Sebarkanlah walau seayat."


"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."
Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manafa'at kepada manusia lain.

***Sumber Dari : Blog "SEPATAH KATA, SEBUTIR MUTIARA"

:: KENAPA ISLAM ITU HIJAU?...^_^


KENAPA Islam sering dikaitkan dngn warna hijau..pernah de seorng hamba Allah ni tnye ak..knp berndera ataupun apa2 logo Islam x diberikan dngn warna2 laen.knp x merah,biru ke,kuning ke...hmm...menarik jgk persoalan ni klu kte kongsikn bersama..knp eh??de sape2 yg lebih arif x..nanti klu korng de hujjah korng yg lebih bernas jngn lpe kongsi bersama eh..hmm..dlu ak prnh dngr de seorng ustaz ni cte..knp Islam sering dikaitkan dngn warna hijau..jawabnye sbb itu salah satu warna kegemaran rasulullah s.a.w...dan munasabahlah jika warna kegemaran rasulullah dikaitkan dengan Islam..dan satu lagi pendapat dr sorang ustaz jgk..hijau itu lambang keindahan..diceritakan tentang di alam syurga kelak berwarna kehijauan..jadi sebab yang kedua adalah alam syurga adalah warna hijau...sejauh mana kehijauannya wallahua'lam..


JADI ada sbb kpd ulama lebih menggemari untuk Islam itu dihiasi dngn warna hijau.bknnye sesuka hati je nk taruk.setiap apa yg diorng lakukan menggunakan ilmu yg ada,bknnye dngn hati dan nafsu semata-mata..kdng2 sesuatu warna tu menandakan plak warna yg kurang baek..contohnye macam warna biru,mengikut ceramah ustaz azhar yg ak dngr hr tu,di neraka kelak warna apinye berwarna biru..amat dasyat dan memeritkan..jadi ulama amat menitik beratkan soal warna untuk simbol Islam ini..bkn maen pilih jerk tau..so skrng dh terjawab lakan knp islam sering dikaitkan dngn warna hijau,and kenapa plak x wrne kuning,biru,merah dan sebagainye...maybe jgk de hujjah yg lebih panjang lebar lagi dan lebih menarik ttngnye,dan ini mungkin hnye sedikit shaja yg sempat ak terdengar dr para ulama...sama2lah kita kongsi ilmu yg ada..insyaallah...:)


"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."
Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manafa'at kepada manusia lain.


***Sumber Dari : Blog "AKU DAN SESUATU"

:: RAMAI MASIH KELIRU SAMADA MEROKOK MAKRUH ATAU HARAM?


Merokok adalah haram disisi Islam. Namun ianya bukanlah haram secara total.Kerana di dalam Islam merokok tidaklah haram secara mutlak atau secara total seperti haramnya zina,haram mendedahkan aurat,haram berjudi dan lain2 lagi.Kerna haram bagi contoh2 tersebut adalah secara mutlak iaitu haram secara ijma'(kesepakatan semua ulama muktabar tampa berbeza pendapat). Sedangkan haram merokok pula ada sedikit khilaf(perbezaan pendpt)dikalangan alim ulama.Disebabkan haram merokok bukanlah secara mutlak krna ada yg menyatakan makhruh maka sekurang2nya ianya telah tergolong dalam dosa2 kecil.

Namun memandang dosa kecil sebagai suatu yg remeh,atau perkara yg boleh diabaikan hukumnya adalah berdosa besar pula.Kerna hukum memperkecilkan dosa kecil adalah dosa besar.Jadi dosa kecil merokok tidak pula boleh dipandang kecil.Malah bahaya dosa kecil jgk boleh bertukar menjadi dosa besar.Ibn Abbas r.a menegaskan bahawa dosa kecil pasti menjadi besar apabila berterusan atau kesannya benar-benar memudaratkan.

Contoh negara yg cenderung kpd pendpt makhruh adalah negara Jordan.Namun Arab Saudi lebih cendeung kpd pendpt Haram.Jika demikian pendpat manakah yg lebih benar??? Sebenarnya 2-2 adalah benar.Namun semestinya bagi perokok maka pendapat dari Jordan lah lebih diterima pakai.Sebenarnya cara pemiilihan pendpt mestilah mengikut aturannya.Tidak boleh memilih pendpt ulama mengikut selera semata-mata.Krna rmi alim ulama dari tempat kita menyatakan haram,jd knp kita mesti berpegang kpd fatwa makhruh dr luar sdngkan kita bknlah berada di negara tersebut.Jika demikian tidak perlulah ulama2 di tempat kita berishtihad(membuat kajian menurut islam)berkenaan hukum ini lagi.

FATWA DALAM NEGARA YANG MENYATAKAN HARAM MEROKOK :

1. Di Malaysia, Muzakarah Jawatankuasa Fatwa, Majlis Kebangsaan Hal Ehwal Islam Malaysia Kali Ke-37 yang berlangsung pada 23 Mac 1995 telah memutuskan bahawa amalan merokok itu hukumnya adalah haram menurut pandangan Islam.

2. Fatwa Negeri Selangor Darul Ehsan yang telah diwartakan pada 7 Disember 1995 di bawah Enakmen Pentadbiran Perundangan Islam 1989 telah menyebutkan bahawa amalan menghisap apa jua jenis rokok adalah haram bagi mana-mana orang Islam.

3. Fatwa Negeri Perlis memutuskan bahawa menanam tembakau atau merokok dan memanfaatkan hasil tembakau adalah haram.

4. Jawatankuasa Fatwa Negeri Kedah berpegang kepada fatwa merokok adalah haram walaupun sehingga kini belum ada penguatkuasaan berhubung perkara itu kerana berdasarkan pendapat pengamal perubatan bahawa perbuatan merokok boleh mendatangkan mudarat.

5. Jawatankuasa Fatwa Negeri Melaka juga telah bersetuju menerima pakai keputusan Muzakarah Jawatankuasa Fatwa, Majlis Kebangsaan Hal Ehwal Islam Malaysia Kali Ke-37 bahawa amalan merokok itu hukumnya adalah haram.

6.Kesepakatan dp kesatuan pondok2 negeri kelantan jg turut menyatakan merokok adalah haram di sisi Islam.

FATWA DI LUAR NEGARA YG MENGHARAMKAN ROKOK:

1. Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan fatwa bahawa merokok, menanam tembakau dan memperniagakannya hukumnya adalah haram kerana daripadanya terdapat kemudaratan.

2. Ulama-ulama semasa seperti Dr Abdul Jalil Shalabi mengatakan merokok adalah haram kerana ia boleh mendatangkan kemudaratan kepada kesihatan masyarakat.

(bermula dr no.3-no.4,dan rumusannya,ianya dipetik dari laman web ustaz zaharuddin)

3.Ulama kontemporari yang mengatakan HARAM adalah Dar Al-Ifta Mesir, Lajnah Fatwa Saudi, Lajnah Fatwa Azhar, Seluruh ahli persidangan Mencegah rokok ( persidangan di Madinah pada 2-5 Mac 1982) , Dr Yusof Al-Qaradawi, Syeikh Mahmud Syaltut, Syeikh Sayyed Sabiq, Syeikh Ahmad Syurbasi, Mufti Mesir Syeikh Ali Jumaat, Syeikh Atiyyar Saqar. ( Akhbar al-Jumhuriyyah, 22 Mac 1979 ; Fatawa Muasiroh, 1/667; Al-Fatawa li Muhd Syaltut, Yasalunaka oleh Syurbasi dan Fiqh As-Sunnah

4.Ulama silam yang mengatakan haram pula adalah Syeikh muhd alauddin haskafi al-hanafi, syeikh sulaiman al-Bujairimi as-Syafie, Syeikh Mustafa ar-Rihbani, Syeikh Ibrahim al-Laqqani al-Maliki dan ramai lagi. (Al-hukm as-Syar'ir fi at-Tadhin, Kumpulan Ulama, Kementerian Kesihatan Sedunia, 1988, hlm 25-26)

Kumpulan ini semakin kuat mengharamkan apabila terdapat maklumat yang menyebut terdapat unsur arak dan racun di dalam rokok, maka ia adalah seperti darah dan bangkai yang diharamkan kerana unsur kotor dan racun ( seperti nikotin, tar, alcohol methnol, karbon monoksida, ammonia dan lain-lain ) yang terkandung di dalamnya. ( Abu Ubaidah al-Mashur, At-ta'liqat al-hisan dzayl tahqiq al-Burhan, hlm 28 ; Dr Abd Sabur as-Shahin, As-Sajayir Halalun am Haramun,hlm 34-35 )


"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."
Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manafa'at kepada manusia lain.

***Sumber Dari : Blog "AKU DAN SESUATU"

:: HARUS ATAU HARAM PERLABURAN ASN & ASB?


Hukum melabur duit di asb dan asn ada khilafnya. Sebabnya terdapat beberapa fatwa seperti Majlis Fatwa Perak dan juga Majlis Fatwa Sarawak ada menyatakan HARUS hukumnya.Dan pada masa yang sama ada juga pihak yang menyatakan HARAM iaitu Majlis Fatwa Selangor.Disamping itu pelaburan asn/asb tidak mematuhi piawaian Patuh Syariah yang ditetapkan oleh Majlis Syariah Suruhanjaya Sekuriti Malaysia.

PERHATIAN PENTING-
Perlu difahami dan dijelaskan disini yang menganggotai Majlis Syariah Suruhanjaya Sekuriti Malaysia adalah individu yang sememangnya specialist dan berpengalaman di dalam bidang muamalat dan kewangan Islam .

Mungkin juga anda akan berkata ada khilafnya jadi apa nak susah,ambil jelah mana-mana fatwa pun. Cuma kalau yang nak cermat tak yah la simpan kat asn/asb. Ya saya juga sependapat akan kenyataan itu,namun harus didetailkan lagi akan fahaman anda tersebut kerana saya sendiri pernah salah faham akan kenyataan seumpama itu.

ANDA WAJIB MEMBACA KEDUA-DUA KENYATAAN INI TERLEBIH DAHULU.

Kenyataan 1
Oleh Ustaz Zaharuddin
(Pakar Muamalat Islam)


Orang ramai adalah harus menyertai ASB dan ASN disebabkan majlis fatwa kebangsaan telah mengesahkan kehalalannya dan menanggung apa jua urusan berkaitannya di dunia dan akhirat. Ini adalah satu perkara biasa yang ditanggung oleh para ulama, sama juga seperti Majlis Penasihat Shariah yang ada di Institusi Kewangan Islam.

Kesannya, apabila telah wujud fatwa umum sebegitu, kini ia terpulang kepada masing-masing untuk membuat keputusan sendiri, ia sama seperti logo JAKIM. Siapa yang ingin bergantung kepadanya, adalah harus dan siapa yang ingin membuat kajian lanjut dan bersikap lebih berhati-hati, pandai-pandailah memilih yang lebih selamat. Itu saja.

Kenyataan 2:
Oleh Ustaz Zaharuddin:
Ini pula merupakan kenyataan terbaru beliau selepas mendapat maklumat dari Suruhanjaya Securiti Malaysia.


Anda mungkin berkata,

"SAYA TIDAK PEDULI, ASALKAN MAJLIS FATWA LULUSKAN, SAYA AKAN BERPEGANG DENGANNYA KERANA MEREKA YANG TANGGUNG DI AKHIRAT"

Ulasan saya, Allah swt memberikan kita aqal untuk memerhati dan meneliti pandangan kedua-dua badan besar ini setakat kemampuan yang ada, berfikirlah. Jika benar-benar setelah membaca hujjah kedua-dua pihak, lalu anda yakin dengan salah satu antaranya. Anda telah menunaikan tanggungjawab sebagai seorang Muslim yang baik. Namun jika, sambil malas dan ingin mengambil mudah, lalu terus berpegang dengan keputusan Majlis Fatwa Kebangsaan, tanpa mengendahkan hujah Majlis SYariah Suruhanjaya Sekuriti. Tatkala itu, individu tersebut tidak berada dalam situasi yang sepatutnya.

AKU FAHAM
Segala hujjah sebab keluar fatwa harus oleh Majlis Fatwa Perak dan Majlis Fatwa Sarawak serta sebab keluar fatwa haram oleh Majlis Fatwa Selangor ada disediakan di laman web beliau. Turut disediakan pula bukti asn dan asb tidak mematuhi piawaian "Patuh Syariah"yang ditetapkan oleh Majlis Syariah Suruhanjaya Sekuriti Malaysia.Jadi adalah bersalah sekiranya kita mengambil jalan mudah dengan terus mengambil fatwa harus dek kerana nafsu keuntungan semata-mata.

Maka jalan yang paling terbaik adalah menyemak kembali dan meneliti kedua-dua fatwa tersebut kemudian barulah anda menilainya yang mana lebih masuk akal bagi anda.Jika anda cenderung untuk mengikut fatwa harus,itu merupakan usaha yang anda telah lakukan sebaik mungkin untuk mencari kebenaran disebalik perbezaan kedua-dua pendapat ini. Maka tiadalah salahnya lagi kerna pihak yang bertanggungjawab lah yang akan menanggung fatwa HARAM yang dikeluarkan itu di depan Allah kelak.

Namun persoalannya,bagi yang setuju dengan fatwa HARUS melabur duit di asn dan asb,sejauh manakah pula anda menilainya menggunakan akal disebalik kedua-dua perbezaan fatwa ini? Adakah anda memilih fatwa HARUS sebab untuk keuntungan diri anda semata-mata ataupun anda memilih fatwa HARUS kerana anda telah mempertimbangkan kedua-dua pendapat tersebut selepas membaca kedua-duanya hujjah HARUS dan HARAM tersebut. Dalam hal ini, pemilihan khilaf(perbezaan) biarlah pada kecenderungan akal berfikir dan bukannya pada kecenderungan nafsu bertindak.


p/s-
Dalam hal ini aku fikir mencegah lebih baik daripada menanggung sebarang kemungkinan diakhirat kelak.


"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."
Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manafa'at kepada manusia lain.


***Sumber Dari : Blog "AKU DAN SESUATU"

Khamis, 25 November 2010

:: JANGAN untuk 24 perkara ini.....!


Sesungguhnya didalam hidup kita dikelilingi oleh perkara-perkara yang menyeronokkan. Tetapi itulah sesungguhnya yang mendatangkan keburukan kepada kita.

Terdapat 24 perkara-perkara yang jangan dilakukan yang seharusnya kita ambil iktibar supaya kita dapat memuhasabah diri sendiri.

1- Jangan sengaja lewatkan solat. Perbuatan ini tidak disukai oleh ALLAH S. W. T.

2- Jangan masuk ke bilik air tanpa memakai alas kaki(selipar). Dikhuatiri terbawa keluar najis dan mengotori seluruh rumah kita.

3- Jangan makan dan minum dalam bekas yang pecah atau sumbing. Makruh kerana ianya merbahayakan.

4- Jangan biarkan pinggan mangkuk yang telah digunakan tidak berbasuh. Makruh dan mewarisi kepapaan.

5- Jangan tidur selepas solat subuh, nanti rezeki mahal (kerana waktu pagi itu membuka segala pintu keberkatan)

6- Jangan makan tanpa membaca BISMILLAHHIRRAHMANNIRAHIM dan doa makan. Nanti makanan yang dijamah adalah dari muntah syaitan.

7- Jangan keluar rumah tanpa niat membuat kebajikan atau kebaikan. Takut-takut anda mati dalam perjalanan.

8- Jangan pakai kasut atau selipar yang berlainan pasangan. Makruh dan mewarisi kepapaan.

9- Jangan biar mata liar di perjalanan. Nanti hati kita gelap diselaputi dosa.

10- Jangan bergaul bebas ditempat kerja. Banyak buruk dan baiknya.

11- Jangan menangguhkan taubat bila berbuat dosa kerana mati boleh datang bila-bila masa.

12- Jangan ego untuk meminta maaf kepada kedua ibu bapa dan sesama manusia kalau memang kita bersalah.

13- Jangan mengumpat sesama rakan taulan. Ia boleh merosakkan silaturrahim.

14- Jangan lupa bergantung harap hanya kepada ALLAH S. W. T. dalam setiap kerja kita. Nanti sombong bila berjaya dan kecewa pula bila gagal.

15- Jangan bakhil untuk bersedekah. Sedekah itu memanjangkan umur dan memurahkan rezeki kita.

16- Jangan banyak ketawa nanti jiwa mati.

17- Jangan biasakan berbohong kerana ia adalah ciri-ciri munafik dan menghilangkan kasih sayang orang kepada kita.

18- Jangan suka menganiaya manusia atau haiwan kerana doa makhluk yang teraniaya cepat dimakbulkan ALLAH S. W. T.

19- Jangan terlalu susah hati dengan urusan dunia. Akhirat itu lebih utama dan kekal selamanya. Carilah kehidupan dunia untuk akhirat.

20- Jangan duduk dalam bilik air terlalu lama kerana disitulah tempat tinggal jin kafir dan syaitan.

21- Jangan merokok dan memasang kemenyan kerana asap itu adalah makanan jin.

22- Jangan lupa membaca BISMILLARRAHMANIRAHIM dan salam ketika masuk ke rumah. Dikhuatiri jin dan syaitan masuk bersama.

23- Jangan memakai tangkal kerana ALLAH S. W. T. tidak sempurnakan agama seseorang itu jika memakainya tangkal. Ini adalah kerana dikhuatiri kita bergantung kepada tangkal, bukan kepadanya.

24- Jangan mempertikaikan kenapa ISLAM itu berkata ‘jangan’. Sebab semuanya untuk kebaikan dan sesungguhannya ALLAH S. W. T itu lebih mengetahui.

"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."
Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manafa'at kepada manusia lain.

***Sumber Dari : http://www.rileks.info

:: Kaedah Melihat Matahari Terbenam Tidak Tepat...!


SUDAH semestinya umat Islam perlu menghadap Kaabah yang menjadi kiblat apabila mendirikan solat dan ketika dikebumikan selepas meninggal dunia.

Walaupun dengan kedudukan Kaabah di Makkah menjangkau ratusan ribu kilometer, menetapkan arah kiblat sebenarnya tidak menjadi persoalan kerana ilmuwan Islam benar-benar menguasai ilmu falak untuk menyelesaikan masalah itu sekadar berpandukan kedudukan cakerawala seperti bintang dan matahari.

Bagaimanapun, kekurangan orang Islam yang benar-benar memahami ilmu falak ketika ini menimbulkan persoalan bagaimana untuk menentukan arah kiblat yang tepat.

Ini kerana, ada umat Islam masih menggunakan kaedah menentukan kiblat berpandukan arah matahari terbenam, sedangkan cara itu tidak tepat dan salah di sisi Islam kerana hanya dua hari dalam setahun arah kiblat boleh berpandukan kepada arah matahari terbenam.

Menyedari kesilapan itu, sewajarnya umat Islam di seluruh dunia tidak lagi menentukan jadual atau takwim solat, waktu berbuka puasa dan hari raya berpandukan kaedah matahari terbenam. Malaysia sudah tidak lagi menggunakan kaedah ini, sebaliknya berpandukan ilmu falak syarie seperti yang ditetapkan Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim).

Arah kiblat menggunakan matahari boleh diukur dua kali setahun.

Dengan kepesatan teknologi, perkara sebegini tidak sepatutnya menjadi masalah sehingga membawa kepada timbulnya pertelingkahan kerana sudah ada pelbagai peralatan canggih yang boleh digunakan untuk menentukan arah kiblat.

Ketua Penolong Pengarah Cawangan Falak, Bahagian Penyelidikan Jakim, Che Alias Che Ismail, berkata penentuan arah kiblat yang tepat amat penting terutama dalam pembinaan masjid atau surau bagi memastikan ia tidak tersasar.

Beliau menegaskan, ketepatan arah kiblat bukan sesuatu yang boleh dipandang ringan kerana biarpun cuma satu darjah terpesong ia bersamaan kira-kira 125 kilometer tersasar dari arah Kaabah.

Bagaimanapun, muzakarah Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan memutuskan had berpaling yang dibenarkan tidak melebihi tiga darjah dan ia tidak perlu difatwakan tetapi boleh dijadikan garis panduan dalam pembinaan masjid dan surau baru.
Che Alias menunjukkan cara untuk mencari kiblat dengan menggunakan Ushikata.

Katanya, dua alat digunakan untuk menentukan arah kiblat iaitu kompas Ushikata dan Teodolite tetapi ia juga berpandukan kepada keadaan tertentu seperti diletakkan di tanah rata untuk mendapatkan ukuran tepat.

“Peralatan itu selalunya digunakan untuk menentu arah kiblat untuk tujuan pembinaan masjid atau surau. Bagi orang perseorangan atau ingin menentukan arah kiblat di rumah, cara tradisional masih boleh digunakan.

“Setiap tahun, ada dua keadaan yang boleh digunakan umat Islam menentukan arah kiblat iaitu ketika matahari berada betul-betul di atas Kaabah. Ia berlaku pada 28 Mei jam 5.16 petang dan sekali lagi pada 17 Julai jam 5.28 petang.

“Caranya dengan meletakkan tiang atau sesuatu yang lurus di tanah lapang pada waktu berkenaan dan perhatikan bayang objek itu. Oleh kerana di Malaysia ia berlaku pada waktu petang, arah kiblat diukur dari hujung bayang hingga ke pangkal tiang ,” katanya.

Sementara itu, Penolong Pengarah Pusat Al-Quran dan Ilmu Teras di Institut Latihan Islam Malaysia (ILIM), Zamihan Mat Zin, berkata falak ialah disiplin ilmu astronomi Islam yang dibahagikan kepada tiga bahagian iaitu falak takwim membabitkan pengiraan hari, bulan bagi menentukan puasa dan hari raya.

“Kedua ialah falak waktu solat iaitu menentukan masuknya waktu solat berdasarkan kedudukan matahari dan ketiga, yang paling besar dan penting falak penentuan arah kiblat.

“Arah kiblat diukur menggunakan kompas Ushikata atau Teodolite. Caranya tidak banyak berbeza tetapi penggunaan Teodolite lebih tepat kerana kadang-kadang bacaan kompas dipengaruhi unsur lain seperti besi dan sebagainya,” katanya.

Zamihan berkata, cara tradisi masih boleh digunakan untuk menentukan arah kiblat dengan berpandukan arah matahari yang membabitkan dua hitungan.

“Pertama, berdasarkan kedudukan matahari di atas Kaabah yang berlaku pada Mei dan Julai setiap tahun. Seluruh dunia boleh menyemak kedudukan kiblat berdasarkan fenomena itu.

“Cara kedua ialah dengan menghitung waktu matahari setiap hari. Kaedah kedua banyak risiko kerana kedudukan matahari berubah setiap hari terutama di kalangan mereka yang tidak mahir dalam ilmu falak. Cuma pakar falak yang dapat berbuat demikian kerana ia membabitkan kaedah separa hitungan,” katanya.

Beliau berkata, masalah yang timbul sekarang ialah umat Islam tidak menguasai ilmu falak sepenuhnya dan pada masa sama masih tidak terlatih menggunakan teknologi moden.

“Justeru, ILIM berperanan melatih pegawai Islam untuk menggunakan alat ukur ini dengan mahir dan menjemput pakar dari universiti tempatan bagi tujuan itu,” katanya.

Penentuan arah kiblat boleh dicari dari pelbagai sudut dalam kehidupan serba canggih ini dan ia bergantung kepada ‘mahu atau tidak’ berusaha mencari ketepatan yang menjadi syarat sah solat, seterusnya membentuk peribadi menjadi Muslim sejati.

Rujuk Jabatan Mufti untuk panduan

SELANGOR mendahului negeri lain dalam memastikan setiap bangunan mengandungi surau atau ruang solat yang bakal didirikan mempunyai arah kiblat betul menerusi jalinan kerjasama dengan pihak berkuasa tempatan (PBT) dan kontraktor.

Pegawai Hal Ehwal Islam, Bahagian Falak Jabatan Mufti Negeri Selangor, Rizal Ramli, berkata pihaknya mengambil tindakan pencegahan dengan mencadangkan kepada PBT di seluruh negeri supaya meletakkan syarat tambahan kepada sebarang pelan pembangunan dirujuk terlebih dulu kepada jabatan mufti untuk mendapatkan arah kiblat yang tepat sebelum kerja pembinaan dijalankan.

“Langkah ini bertujuan mencegah kesilapan dalam menentukan arah kiblat. Dalam hal ini, PBT akan merujuk kepada Jabatan Mufti untuk mendapatkan arah kiblat yang tepat. Kita tidak mewajibkan pembinaan bangunan menghadap kiblat, memadai surau atau ruang solat mempunyai arah kiblat yang betul.

“Ia meliputi bangunan perumahan, pejabat, kilang, kompleks beli belah, stesen minyak, hotel, hospital dan pelbagai lagi. Namun bangunan masjid dan surau keseluruhannya perlu menghadap kiblat,” katanya.

Beliau menegaskan langkah itu mendapat sambutan baik dan kontraktor sendiri yang memahami keperluan itu, malah ada kontraktor yang mengunjungi pejabat mufti dengan membawa pelan bangunan untuk dirujuk bagi mendapatkan arah kiblat yang tepat.

Rizal berkata, Selangor juga mengambil inisiatif membuat ketetapan supaya semua tanah perkuburan di seluruh negeri mempunyai replika tanda arah kiblat bagi memudahkan urusan penggalian kubur.

“Dengan adanya replika itu, ia memudahkan kerja penggali kubur dan memastikan tidak timbul lagi sebarang kekeliruan mengenai arah kiblat.

“Bagi memudahkan orang ramai, jabatan mufti melancarkan permohonan menentukan arah kiblat secara online yang boleh didapati di laman web www.muftiselangor.gov.my. Maklum balas yang diterima amat menggalakkan dan sehingga September lalu, 45 permohonan diterima.

“Khidmat diberikan secara percuma dan ia dilakukan dalam tempoh tidak lebih 12 hari dari tarikh permohonan diterima. Ia bertujuan memberikan kemudahan kepada orang ramai,” katanya sambil setakat ini tiada aduan diterima mengenai arah kiblat salah di Selangor.

Beliau berkata, pihaknya selalu menerima permohonan daripada ahli jawatankuasa masjid dan surau yang meminta mereka menyemak semula arah kiblat dan selepas mendapatkan arah yang tepat, jemaah akan mengikut arah baru dengan sekadar mengubah permaidani atau sejadah.

INFO:
Cara mengukur arah kiblat

*
Hanya boleh menggunakan kaedah matahari terbenam pada 28 Mei jam 5.16 petang dan 16 Julai jam 5.28 petang setiap tahun
*
Dirikan objek lurus seperti tiang di tanah lapang dan rata
*
Pastikan ia tegak dan lurus. Bagi menyemak ketegakan tiang, letakkan tali yang diikat pemberat pada hujung tiang
*
Tempat yang dipilih tidak terlindung sinaran matahari
*
Semakan perlu dibuat tepat mengikut waktu yang ditetapkan Sirim seperti waktu televisyen dan radio. Oleh kerana fenomena itu berlaku pada waktu petang di Malaysia, bayang tiang akan jatuh ke arah timur. Dengan itu, arah kiblat ialah yang menghadap barat.


"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."
Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manafa'at kepada manusia lain.

***Sumber Dari : http://www.rileks.info

:: ALAM MAHSYAR...^_^


Dipetik dari email yang saya terima :

1. Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya seperti tanduk besar) yang memekakkan telinga, seluruh makhluk mati kecuali Izrail dan beberapa malaikat yg lain. Selepas itu, Izrail pun mencabut nyawa malaikat yg tinggal dan akhirnya nyawanya sendiri.

2. Selepas semua makhluk mati, Tuhan pun berfirman mafhumnya. Kepunyaan siapakah kerajaan hari ini?? Tiada siapa yang menjawab. Lalu Dia sendiri menjawab dengan keagunganNya. Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. Ini menunjukkan kebesaran keagunganNya sebagai Tuhan yg Maha Kuasa lagi Maha Kekal Hidup, tidak mati.

3. Selepas 40 tahun, Malaikat Israfil a.s. dihidupkan, seterusnya meniup sangkakala untuk kali ke-2, lantas seluruh makhluk hidup semula di atas bumi putih, berupa padang Mahsyar (umpama padang Arafah) yang rata tidak berbukit atau bulat seperti bumi.

4. Sekelian manusia hidup melalui benih anak Adam yg disebut “Ajbuz Zanbi” yang berada di hujung tulang belakang mereka. Hiduplah manusia umpama anak pokok yg kembang membesar dari biji benih.

5. Semua manusia dan jin dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan hina. Mereka tidak rasa malu kerana pada ketika itu hati mereka sangat takut dan bimbang tentang nasib & masa depan yang akan mereka hadapi kelak.

6. Lalu datanglah api yang berterbangan dengan bunyi seperti guruh yang menghalau manusia, jin dan binatang ke tempat perhimpunan besar. Bergeraklah mereka menggunakan tunggangan (bagi yang banyak amal), berjalan kaki (bagi yang kurang amalan) dan berjalan dengan muka (bagi yang banyak dosa).. Ketika itu, ibu akan lupakan anak, suami akan lupakan isteri, setiap manusia sibuk memikirkan nasib mereka.

7. Setelah semua makhluk dikumpulkan, matahari dan bulan dihapuskan cahayanya, lalu mereka tinggal dalam kegelapan tanpa cahaya. Berlakulah huru-hara yang amat dahsyat.

8. Tiba-tiba langit yang tebal pecah dengan bunyi yang dahsyat, lalu turunlah malaikat sambil bertasbih kepada Allah Taala. Seluruh makhluk terkejut melihat saiz malaikat yang besar dan suaranya yang menakutkan.

9. Kemudian matahari muncul semula dengan kepanasan yang berganda. Hingga dirasakan seakan-akan matahari berada sejengkal dari atas kepala mereka. Ulama berkata jika matahari naik di bumi seperti keadaannya naik dihari Kiamat nescaya seluruh bumi terbakar, bukit- bukau hancur dan sungai menjadi kering. Lalu mereka rasai kepanasan dan bermandikan peluh sehingga peluh mereka menjadi lautan. Timbul atau tenggelam mereka bergantung pada amalan masing-masing. Keadaan mereka berlanjutan sehingga 1000 tahun.

10. Terdapat satu kolam kepunyaan Nabi Muhammad s.a.w. bernama Al-Kausar yang mengandungi air yang hanya dapat diminum oleh orang mukmin sahaja. Orang bukan mukmin akan dihalau oleh malaikat yang menjaganya. Jika diminum airnya tidak akan haus selama-lamanya. Kolam ini berbentuk segi empat tepat sebesar satu bulan perjalanan. Bau air kolam ini lebih harum dari kasturi, warnanya lebih putih dari susu dan rasanya lebih sejuk dari embun. Ia mempunyai saluran yang mengalir dari syurga.

11. Semua makhluk berada bawah cahaya matahari yang terik kecuali 7 golongan yang mendapat teduhan dari Arasy. Mereka ialah:

1. Pemimpin yang adil.

2. Orang muda yang taat kepada perintah Allah.

3. Lelaki yang terikat hatinya dgn masjid.

4. Dua orang yang bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah.

5. Lelaki yang diajak oleh wanita berzina, tetapi dia menolak dengan berkata “Aku takut pada Allah”.

6. Lelaki yg bersedekah dengan bersembunyi (tidak diketahui orang ramai).

7. Lelaki yang suka bersendirian mengingati Allah lalu mengalir air matanya kerana takutkan Allah.

12. Oleh kerana tersangat lama menunggu di padang mahsyar, semua manusia tidak tahu berbuat apa melainkan mereka yang beriman, kemudian mereka terdengar suara “pergilah berjumpa dengan para Nabi”. Maka mereka pun pergi mencari para Nabi. Pertama sekali kumpulan manusia ini berjumpa dengan Nabi Adam tetapi usaha mereka gagal kerana Nabi Adam a.s menyatakan beliau juga ada melakukan kesalahan dengan Allah Taala. Maka kumpulan besar itu kemudiannya berjumpa Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a..s., Nabi Isa a.s. (semuanya memberikan sebab seperti Nabi Adam a.s.) dan akhirnya mereka berjumpa Rasullullah saw. Jarak masa antara satu nabi dengan yang lain adalah 1000 tahun perjalanan.

13. Lalu berdoalah baginda Nabi Muhammad s.a.w. ke hadrat Allah Taala. Lalu diperkenankan doa baginda.

14. Selepas itu, terdengar bunyi pukulan gendang yang kuat hingga menakutkan hati semua makhluk kerana mereka sangka azab akan turun. Lalu terbelah langit, turunlah arasy Tuhan yang dipikul oleh 8 orang malaikat yang sangat besar (besarnya sejarak perjalanan 20ribu tahun) sambil bertasbih dengan suara yang amat kuat sehingga Arasy itu tiba dibumi.

15. Arasy ialah jisim nurani yang amat besar berbentuk kubah (bumbung bulat) yang mempunyai 4 batang tiang yang sentiasa dipikul oleh 4 orang malaikat yang besar dan gagah. Dalam bahasa mudah ia seumpama istana yang mempunyai seribu bilik yang menempatkan jutaan malaikat di dalamnya. Ia dilingkungi embun yang menghijab cahayanya yang sangat kuat.

16. Kursi iaitu jisim nurani yang terletak di hadapan Arasy yang dipikul oleh 4 orang malaikat yang sangat besar. Saiz kursi lebih kecil dari Arasy umpama cincin ditengah padang . Dalam bahasa mudah ia umpama singgahsana yang terletak dihadapan istana.

17. Seluruh makhluk pun menundukkan kepala kerana takut.. Lalu dimulakan timbangan amal. Ketika itu berterbanganlah kitab amalan masing-masing turun dari bawah Arasy menuju ke leher pemiliknya tanpa silap dan tergantunglah ia sehingga mereka dipanggil untuk dihisab. Kitab amalan ini telah ditulis oleh malaikat Hafazhah / Raqib & Atid / Kiraman Katibin.

18.. Manusia beratur dalam saf mengikut Nabi dan pemimpin masing- masing. Orang kafir & munafik beratur bersama pemimpin mereka yang zalim. Setiap pengikut ada tanda mereka tersendiri untuk dibezakan.

19.. Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Nabi Muhammad s.a.w., dan amalan yang pertama kali dihisab adalah solat. Sedangkan hukum yang pertama kali diputuskan adalah perkara pertumpahan darah.

20. Apabila tiba giliran seseorang hendak dihisab amalannya, malaikat akan mencabut kitab mereka lalu diserahkan, lalu pemiliknya mengambil dengan tangan kanan bagi orang mukmin dan dengan tangan kiri jika orang bukan mukmin.

21. Semua makhluk akan dihisab amalan mereka menggunakan satu Neraca Timbangan. Saiznya amat besar, mempunyai satu tiang yang mempunyai lidah dan 2 daun. Daun yang bercahaya untuk menimbang pahala dan yang gelap untuk menimbang dosa.

22. Acara ini disaksikan oleh Nabi Muhammad s.a.w. dan para imam 4 mazhab untuk menyaksikan pengikut masing-masing dihisab.

23. Perkara pertama yang diminta ialah Islam. Jika dia bukan Islam, maka seluruh amalan baiknya tidak ditimbang bahkan amalan buruk tetap akan ditimbang.

24. Ketika dihisab, mulut manusia akan dipateri, tangan akan berkata- kata, kaki akan menjadi saksi. Tiada dolak-dalih dan hujah tipuan. Semua akan di adili oleh Allah Taala dengan Maha Bijaksana.

25. Setelah amalan ditimbang, mahkamah Mahsyar dibuka kepada orang ramai untuk menuntut hak masing-masing dari makhluk yang sedang dibicara sehinggalah seluruh makhluk berpuas hati dan dibenarkannya menyeberangi titian sirat.

26. Syafaat Nabi Muhammad s.a…w. di akhirat :

a. Meringankan penderitaan makhluk di Padang Mahsyar dengan mempercepatkan hisab.

b. Memasukkan manusia ke dalam syurga tanpa hisab.

c. Mengeluarkan manusia yang mempunyai iman sebesar zarah dari neraka. Semua syafaat ini tertakluk kepada keizinan Allah Taala.

27. Para nabi dan rasul serta golongan khawas juga diberikan izin oleh Allah untuk memberi syafaat kepada para pengikut mereka. Mereka ini berjumlah 70 000. Setiap seorang dari mereka akan mensyafaatkan 70 000 orang yang lain.

28. Setelah berjaya dihisab, manusia akan mula berjalan menuju syurga melintasi jambatan sirat. Siratul Mustaqim ialah jambatan (titian) yang terbentang dibawahnya neraka. Lebar jambatan ini adalah seperti sehelai rambut yang dibelah tujuh dan ia lebih tajam dari mata pedang. Bagi orang mukmin ia akan dilebarkan dan dimudahkan menyeberanginya.

29. Fudhail bin Iyadh berkata perjalanan di Sirat memakan masa 15000 tahun. 5000 tahun menaik, 5000 tahun mendatar dan 5000 tahun menurun. Ada makhluk yang melintasinya seperti kilat, seperti angin, menunggang binatang korban dan berjalan kaki. Ada yang tidak dapat melepasinya disebabkan api neraka sentiasa menarik kaki mereka, lalu mereka jatuh ke dalamnya.

30. Para malaikat berdiri di kanan dan kiri sirat mengawasi setiap makhluk yang lalu. Setiap 1000 orang yang meniti sirat, hanya seorang sahaja yang Berjaya melepasinya. 999 orang akan terjatuh ke dalam neraka.

Rujukan:

Kitab Aqidatun Najin karangan Syeikh Zainal Abidin Muhammad Al- Fathani. Pustaka Nasional Singapura 2004.


"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."
Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manafa'at kepada manusia lain.

***Sumber Dari : http://www.rileks.info

:: Sombong...!


Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:
“Tidak akan masuk syurga, siapa yang di dalam hatinya terdapat seberat zarah kesombongan.”

Maka seseorang berkata:
“Bagaimana dengan seseorang yang suka memakai baju dan selipar yang cantik?”

Maka berkata Rasulullah:
"Sesungguhnya Allah itu maha indah dan cinta pada keindahan (maksudnya, pakaian indah tidak selalu bererti kesombongan) . Alkibr (kesombongan) itu adalah menolak kebenaran dan memandang rendah remeh orang lain.” – (Hadis riwayat Muslim)

Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:
“Tiga golongan yang tidak ditegur Allah, tidak disucikan, dah tidak diperhatikanNya kelak di hari kiamat, dan mendapat seksa yang pedih iaitu:
1. Orang tua yang tetap berzina,
2. Penguasa (pemimpin) yang dusta
3. Fakir yang sombong.”
-(Hadis riwayat Muslim)

Rasulullah s.a.w dalam sebuah hadisnya bersabda yang bermaksud:
“Barangsiapa merasa dirinya besar, atau angkuh dalam berjalan, dia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan Allah murka kepadanya.” -(Hadis riwayat Muslim)

AlSurah al-Qashash; ayat 83;
Allah S.W.T berfirman yang bermaksud:
“Negeri Akhirat itu (kebahagiannya dan keni’matannya) Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerosakan dimuka bumi.”

Surah Luqman; ayat 18; Allah S.W.T berfirman yang bermaksud:
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (kerana sombong) dan janganlah berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri.


"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."
Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manafa'at kepada manusia lain.


***Sumber Dari : http://www.rileks.info

:: Perkara Ringan Yang Mendatangkan Kesusahan...^^


Terdapat beberapa perkara yang mempunyai kaitan dengan kesusahan atau secara lebih khusus sebagai penyebab ditimpa kesusahan dan penderitaan yang mana pada kebiasaannya kita mengambil ringan tentang perkara tersebut.

Dalam kitab Al-Barakah fi Fadhl lis Sa’yi Wal Harakah yang disusun oleh Abi Abdillah Muhammad bin Abdul Rahman Al-Habsyi telah diterangkan perkara yang mempunyai hubung kait dengan kesusahan seseorang.

1. tidak sembahyang atau solat.
2. tidak membaca Bismillah ketika hendak makan.
3. makan atas pinggan yang terbalik.
4. memakai kasut atau sandal memulakan sebelah kiri..
5. menganggap ringan apa2 yang terjatuh dalam hidangan makanan.
6. berwuduk’ di tempat buang air besar atau air kecil.
7. suka bersandar pada pintu rumah.
8. suka duduk di atas tangga.
9. membiasakan diri mencuci tangan di dalam pinggan selepas makan.
10. membasuh tangan dengan tanah atau bekas tepung.
11. tidak membersihkan rumah.
12. membuang sampah atau menyapu dengan kain.
13. suka membersihkan rumah pada waktu malam.
14. suka tidur di atas muka.
15. membakar kulit bawang.
16. menjahit baju yang sedang dipakai.
17. mengelap muka dengan baju.
18. berdiri sambil bercekak pinggang.
19. tidur tidak memakai baju.
20. makan sebelum mandi hadas.
21. tergesa-gesa keluar dari masjid selepas menunaikan solat subuh.
22. pergi ke pasar sebelum matahari terbit.
23. lambat pulang dari masjid.
24. doakan perkara yang tidak baik terhadap ibubapa dan anak-anak.
25. kebiasaan tidak menutup makan yang dihidangkan.
26. suka memadam pelita dengan nafas.
27. membuang kutu kepala dalam keadaan hidup.
28. membasuh kaki dengan tangan kanan.
29. membuang air kecil pada air yang mengalir.
30. memakai seluar sambil berdiri.
31. memakai serban sambil duduk.
32. mandi junub di tempat buang air atau tempat najis.
33. makan dengan menggunakan dua jari.
34. berjalan di antara kambing.
35. berjalan di antara dua perempuan.
36. suka mempermainkan janggut.
37. suka meletakkan jari jemari tangan pada bahagian lutut.
38. meletakkan tapak tangan pada hidung.
39. suka menggigit kuku dengan mulut.
40. mendedahkan aurat di bawah sinaran matahari dan bulan.
41. mengadap kiblat ketika membuang air besar atau air kecil.
42. menguap ketika solat.
43. meludah di tempat buang air besar atau air kecil.

wallahualam..jika ada yang salah sila perbetulkan..


"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."
Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manafa'at kepada manusia lain.

***Sumber Dari : http://www.rileks.info

Rahsia Selawat...^_^


Banyak membaca selawat adalah penyebab yang kuat untuk terang hati dan menambahkan daya ingatan.

Abu Hurairah r.a. berkata,
“Siapa takutkan kelupaan dirinya, maka hendaklah dia memperbanyakkan membaca selawat kepada Nabi Muhammad s.a.w.”

Rasullullah s.a.w. sendiri pun pernah bersabda,
“Selawat kepadaku itu adalah nur di dalam hati, nur di dalam kubur dan nur di Titian As-Sirat.”


"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."
Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manafa'at kepada manusia lain.


***Sumber Dari : http://www.rileks.info

:: Makanan pengaruhi, bentuk keperibadian manusia...^^


Umat Islam perlu pastikan rezeki dinikmati daripada sumber halal bagi permudahkan ibadah

APABILA membicarakan isu makanan halal, semua mata akan memandang kepada pihak berkuasa seperti Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim) yang bertanggungjawab mengeluarkan sijil serta logo halal dan Kementerian Perdagangan Dalam Negeri, Koperasi dan Kepenggunaan (KPDNKK) sebagai agensi penguatkuasaan.

Walaupun kerap pengguna diingatkan mengenai tanggungjawab serta kuasa yang ada pada mereka, tidak banyak usaha dilakukan ke arah meningkatkan kesedaran pengguna terutama umat Islam mengenai kepentingan mengetahui sumber makanan yang dimakan. Atau, ada usaha ke arah mengingat serta menyedarkan tetapi sama ada kurang berkesan atau masyarakat hari ini sudah tidak ambil pusing mengenai perkara itu dengan anggapan apa saja dijual di luar sana, halal untuk mereka.

Pendedahan mengenai sikap pengguna terutama umat Islam yang tidak menghiraukan atau mengambil berat apakah makanan dibeli dan dimakan itu benar-benar halal dapat dilihat dalam rancangan Aduan Rakyat terbitan TV3, siaran Rabu lalu.

Dalam kesibukan pihak berkuasa mengambil tindakan terhadap premis makanan menggunakan logo halal palsu dan melakukan kesalahan mengikut Akta Perihal Dagangan 1972, pelanggan di medan selera yang dikunjungi menunjukkan sikap tidak ambil peduli.

Tidak ada seorang pun yang dilihat berminat untuk mengetahui apa yang sedang berlaku dan kehadiran pegawai Jakim serta KPDNKK memeriksa premis sedikitpun tidak mengganggu aktiviti jual-beli di medan selera itu.

Namun, bagi umat Islam, mereka disuruh mencari dan mengambil makanan halal untuk memenuhi keperluan mereka seperti ditegaskan firman Allah yang bermaksud:
“Wahai sekalian manusia! Makanlah apa yang ada di bumi, yang halal lagi baik.” (Surah al-Baqarah, ayat 168)

Penolong Pengarah Bahagian Dakwah, Jabatan Agama Islam Pahang (Jaip), Badli Shah Alauddin, berkata umat Islam perlu berhati-hati kerana Islam tidak berkompromi dalam soal makanan dan sebagai pembeli, hak membuat pilihan terletak seratus peratus pada diri mereka.

Katanya, makanan bukan perkara kecil kerana ia keperluan fizikal manusia dan kesilapan mengambil makanan yang tidak halal kepada umat Islam juga bukan perkara kecil disebabkan perbuatan itu akan berulang selagi tidak timbul kesedaran serta keinsafan.

“Inilah yang perlu kita maklum kepada masyarakat terutama umat Islam mengenai kepentingan menentukan sumber makanan yang menjadi darah daging kita biarlah daripada yang halal, bersih serta selamat kepada kesihatan.

“Ingin diingatkan juga, dosa pertama manusia kepada Allah ialah dosa makan seperti kisah Nabi Adam. Oleh itu, perkara makan bukan main-main tetapi ia perlu diberi perhatian tambahan pula sekarang ini pelbagai pilihan dihidangkan di depan mata,” katanya.

Beliau juga tidak menafikan masalah sosial membelenggu masyarakat hari ini termasuk hubungan ibu bapa serta anak yang mempunyai kaitan dengan makanan dimakan, sumbernya dan apakah ia datang daripada rezeki diberkati hasil kerja mengikut syariat Islam.

Badli Shah berkata, bagi umat Islam adalah cukup mudah untuk menilai atau mengetahui kesan makanan yang dimakan terhadap pembangunan diri seterusnya melakukan tindakan perlu mengubah keadaan kepada lebih baik.

Sebagai contoh katanya,
Mereka yang menjaga ibadat serta memastikan rezeki yang dinikmati daripada sumber halal, hatinya akan jinak melaksanakan semua hukum agama sementara yang tidak memberi perhatian kepada perkara berkenaan, akan merasakan tuntutan agama sebagai bebanan.

“Perkara ini kita boleh nilai sendiri. Jika hari ini senang nak bangun solat Subuh, pasti makanan yang kita ambil itu bagus. Pandangan makanan tiada kaitan dengan peribadi tidak benar kerana apa yang kita makan memang mempengaruhi keperibadian,” katanya.

Katanya,
Sebagai pengguna, umat Islam sebenarnya mempunyai hak mutlak untuk membuat pilihan dan sewajarnya menggunakan kuasa bagi menentukan hanya makanan benar-benar diperakui halal dijual kepada orang Islam, bukan yang diragui statusnya.

Hakikatnya kuasa pengguna boleh menggugat keselesaan peniaga dan jika digunakan sepenuhnya boleh memaksa peniaga memohon sijil halal diiktiraf kerajaan sebagai usaha menarik pelanggan terutama umat Islam yang sepatutnya memastikan makanan dimakan benar-benar halal.

Keperluan membentuk kesedaran pengguna adalah agenda penting demi menjayakan usaha kerajaan mewujudkan Akta Halal dan penggunaan satu sijil halal yang diperakui di negara ini serta mengelak kekeliruan kebanjiran sijil halal swasta.

Jika dulu peniaga tidak bertanggungjawab dan mengejar keuntungan semata-mata boleh meletakkan ayat al-Quran atau perkataan halal sesuka hati di premis dan produk keluaran syarikat mereka, dengan kesedaran serta kuasa pengguna, jenayah penipuan demi menarik pelanggan Islam itu boleh dibanteras.

Sebaliknya, jika pengguna tidak ambil peduli dengan sikap peniaga bukan Islam mempergunakan taktik murahan itu untuk mengaut keuntungan, pengguna juga akan terus ditipu memakan makanan diragui status halalnya.

Perniagaan makanan terus berkembang dengan pembukaan lebih banyak medan selera serta restoran, maka apabila pengguna Islam bertindak menjaga sumber makanan hanya yang halal, ini akan memaksa peniaga memenuhi tuntutan pengguna.

Kesedaran dan keprihatinan perlu datang daripada pengguna sendiri terutama umat Islam untuk mengambil tahu dengan terperinci makanan atau barangan dibeli itu benar-benar halal mengikut syariat Islam.

Ketika membeli-belah, berapa ramai antara kita membelek pek dan tin untuk melihat logo halal dikeluarkan Jakim atau Jabatan Agama Islam Negeri (Jain)? Ketika makan di restoran diragui, berapa ramai akan bertanya peniaga apakah makanan yang dijual halal? Isu sebegini kepada umat Islam, tepuk dada tanya iman.

sumber: Utusan


"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."
Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manafa'at kepada manusia lain.

***Sumber Dari : http://www.rileks.info

Rabu, 24 November 2010

:: Awas Bila Makan Di LUAR...^^


Salam serta selawat ke atas Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam, ahli keluarga baginda serta salam kepada para sahabat yang berjuang menegakkan Islam di muka bumi ini. Merujuk kepada pertanyaan saudara marilah kita renungkan beberapa ayat dari Al-Quran:
"Wahai sekalian manusia! Makanlah dari apa yang ada di bumi yang halal lagi baik, dan janganlah kamu ikut jejak langkah Syaitan; kerana sesungguhnya Syaitan itu ialah musuh yang terang nyata bagi kamu." (Al Baqarah:168)

Dan makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepada kamu, iaitu yang halal lagi baik, dan bertaqwalah kepada Allah yang kepadaNya sahaja kamu beriman. (Al Maidah: 88)

Oleh itu, makanlah (wahai orang-orang yang beriman) dari apa yang telah dikurniakan Allah kepada kamu dari benda-benda yang halal lagi baik, dan bersyukurlah akan nikmat Allah, jika benar kamu hanya menyembahNya semata-mata. (An Nahl:114)

Dan janganlah kamu makan dari (sembelihan binatang-binatang halal) yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya, kerana sesungguhnya yang sedemikian itu adalah perbuatan fasik (berdosa); dan sesungguhnya Syaitan-syaitan itu membisikkan kepada pengikut-pengikutnya, supaya mereka membantah (menghasut) kamu; dan jika kamu menurut hasutan mereka (untuk menghalalkan yang haram itu), sesungguhnya kamu tetap menjadi orang-orang musyrik. (Al An'aam:121)

Daripada ayat di atas apakah yang dimaksudkan Halalan Thoyyiba / Halal Lagi Baik..?

Halalan Thoyyiba / Halal Lagi Baik menjurus kepada persediaannya yang halal serta memenuhi adab-adab dan ciri-ciri sebagai umat Islam yang taat dan patuh kepada hukum syara'. Di sinilah ada kelebihan dan kekuatan kepada umat Islam dalam mentadbir atau menguruskan perihal yang dimaksudkan 'Halalan Thoyyiba / Halal Lagi Baik'.

Ini kerana Umat Islam (yang berilmu/beriman/ beramal mengikut hukum syara') menguasai sepenuhnya perihal ini kerana kita memahami istilah dan bezanya halal - haram serta memeliharanya atas dasar iman & taqwa kepada Allah Subhanahu Wata'ala. Sedangkan kaum kafirin hanya mengetahui istilah halal dan haram tetapi bagi mereka itu hanyalah satu prosedur untuk mendapatkan tarif dan sijil 'halal' menjual produk mereka demi keuntungan semata-mata. Dan mereka akan lebih menjual logo dan sijil halal lebih daripada produk mereka sendiri..

Seperti ayat 121 surah Al An'aam menyatakan bahawa mereka (kaum kafirin) akan menghasut demi kepentingan mereka.

Usaha JAKIM dalam meletakkan garis panduan HALAL di bawah ISO 1500:2004 amat dihargai. Pun begitu ia cuma salah satu daripada langkah menyediakan garis panduan produk halal. Dan sehingga hari ini kita masih mendapat khabar berita mengenai produk-produk yang melanggar batas halal tersebut selepas memiliki sijil halal.

Akibatnya kita sebagai pengguna diperdaya dan sering diperguna. Kita sebagai umat Islam wajib tidak ketinggalan ilmu mengenai perkembangan semasa dunia. Gunakan kuasa sebagai pengguna Islam agar hak kita terpelihara. .

Ramadhan ini juga kebiasaannya orang kita rajin pergi berbuka di hotel, bar atau grill yang mana cuma pelayannya sahaja berwajah Melayu dan nama Melayu Islam akan tetapi tukang masak, tukang penyedia makanan di dapur adalah tukang karut semata yang kononnya makanan yang mereka sediakan adalah halal.

Bagaimana halnya jika apa yang mereka sediakan itu hanya halal pada fahaman mereka sahaja bukan menurut syara'?

Contohnya:-
ayam atau daging dalam masakan telahpun disembelih menurut hukum syara' akan tetapi penyedia makanan tersebut, membela anjing dan menyentuhnya, juga memakan daging khinzir..

Tangan tersebut jugalah yang memegang, menggaul dan memasak bahan-bahan halal tersebut. Bagaimana pula jika bahan-bahan halal tersebut diletakkan di dalam satu peti ais? Di masak pula di dalam kuali atau periuk yang telahpun digunakan memasak bahan-bahan haram walaupun tidak bercampur secara langsung..?

Hari ini terbit produk keluaran Carlsberg yakni beer tanpa alkohol dan akan datang air mineral keluaran mereka. Sedangkan nyata pengurusannya memaklumkan bahawa ia dikeluarkan oleh kilang yang sama menghasilkan minuman beralkohol..

Bagaimana pula produk yang statusnya halal akan tetapi dengan secara langsung dan jelas memberi keuntungan kepada pembinaan berhala seperti tokong, kuil juga ada yang disalurkan kepada kuasa pengganas seperti Israel yang menggunakan keuntungan yang diperolehi dengan membunuh sewenang-wenangnya umat Islam dan meruntuhkan masjid-masjid di Palestine..? Inilah sewajibnya dijauhi..

Sabda Rasulullah Sallahu 'Alaihi Wasallam:

"Sesungguhnya yang Halal itu nyata, dan yang haram itu pun nyata, dan di antara kedua-duanya ada perkara-perkara yang kesamaran (syubhah), yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Maka barangsiapa memelihara (dirinya dari) segala kesamaran (syubhah), sesungguhnya ia memelihara bagi agamanya dan kehormatannya. ." (Hadith Riwayat Bukhari & Muslim)

Jelas hadith di atas menyatakan ramai manusia yang mengetahui perkara yang syubhah ini. Termasuklah kita juga.. Apabila kita membuat keputusan untuk menjauhi diri dan meninggalkan perkara yang syubhah samada dalam keadaan tidak mengetahui atau was-was akan sesuatu perkara terebut, kita telahpun memelihara agama Islam dan kehormatan diri kita..

Syarikat-syarikat yang pernah memperdayakan hak kita sebagai pengguna Islam dengan menggunakan bahan-bahan haram dalam produk mereka sewajarnya tidak diberi kepercayaan lagi. Ini kerana mereka hanya mahukan keuntungan semata-mata bukan dalam memenuhi tanggungjawab menyediakan produk yang halal kepada umat Islam.

Sebab itu 'Halalan Thoyyiba / Halal Lagi Baik itu amat tinggi dan dalam maksudnya yang perlu kita teliti sebaik mungkin. Sebaiknya perkara-perkara yang syubhah dan yang mendatangkan was-was serta yang menghampiri haram itu sebaiknya dijauhi..

Jika datang sahaja rasa was-was akan sesuatu produk itu, maka tinggalkanlah ia. Itu lebih baik buat diri kita andai kita mengetahuinya. .

Bagi kaum non-muslim, mereka mendapatkan logo halal kerana mahu pasarkan barangan mereka dan demi keuntungan semata. Tetapi kita umat Islam ada atau tidak logo halal itu, samada untuk meniaga, guna sendiri, atau jadi orang tengah, adalah tanggungjawab yang telah difardhukan ke atas kita untuk menyediakan barangan yang halal demi Allah swt, bukan demi keuntungan berniaga..

"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."
Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manafa'at kepada manusia lain.


***Sumber Dari : http://izanmann.blogspot.com/